Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika perusahaan mulai merencanakan website baru adalah:
“Berapa lama proses pembuatan website?”
Jawabannya tidak selalu sama.
Website company profile sederhana tentu memiliki timeline yang berbeda dengan website perusahaan yang memiliki puluhan halaman, banyak stakeholder, multilingual content, custom features, atau integrasi dengan sistem lain.
Proses pembuatan website juga bukan hanya tentang development.
Sebelum developer mulai membangun website, biasanya terdapat proses memahami kebutuhan, menyusun struktur informasi, mempersiapkan konten, membuat wireframe, UI design, hingga mendapatkan approval dari stakeholder.
Setelah development selesai pun masih terdapat proses quality assurance, content checking, User Acceptance Testing (UAT), hingga deployment.
Karena itu, memahami tahapan project sejak awal dapat membantu perusahaan menyusun timeline yang lebih realistis.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Membuat Website?
Untuk website perusahaan, proses dapat berlangsung mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung ruang lingkup dan kompleksitas project.
Sebagai gambaran umum:
|
Jenis Website |
Estimasi Umum |
|---|---|
|
Landing Page |
2–4 minggu |
|
Website Company Profile sederhana |
4–8 minggu |
|
Corporate Website |
8–12 minggu |
|
Website dengan banyak konten / fitur |
3–6 bulan+ |
Estimasi tersebut bukan timeline baku.
Project dapat berjalan lebih cepat atau lebih lama tergantung kesiapan konten, kompleksitas design, fitur, jumlah stakeholder, proses approval, integrasi, hingga perubahan scope selama project berlangsung.
Karena itu, HIJR biasanya melihat kebutuhan project terlebih dahulu sebelum menentukan timeline.
1. Brief dan Initial Discussion
Estimasi: 1–5 hari kerja
Project biasanya dimulai dengan brief dari klien.
Brief tidak harus berupa dokumen teknis yang panjang.
Informasi sederhana mengenai perusahaan, alasan membuat website, target pengguna, kebutuhan utama, referensi, timeline, dan budget sudah dapat menjadi titik awal diskusi.
Pada tahap ini, website development partner perlu memahami:
- Apa tujuan website?
- Siapa target penggunanya?
- Apakah sudah memiliki website existing?
- Apa masalah yang ingin diselesaikan?
- Fitur apa yang dibutuhkan?
- Siapa stakeholder project?
- Kapan website diharapkan launch?
Semakin jelas brief awal, semakin mudah menentukan scope project berikutnya.
2. Discovery dan Requirement Gathering
Estimasi: 3–7 hari kerja
Setelah brief awal, project masuk ke tahap discovery.
Tahap ini digunakan untuk memahami kebutuhan perusahaan secara lebih mendalam.
Diskusi dapat mencakup business objective, target audience, user needs, existing website, competitor atau benchmark, kebutuhan konten, fitur, technical requirements, hingga kebutuhan internal perusahaan.
Untuk project sederhana, discovery mungkin cukup dilakukan melalui satu atau dua meeting.
Untuk project yang lebih kompleks, prosesnya dapat membutuhkan beberapa sesi dengan stakeholder berbeda.
Tujuan discovery bukan membuat proses menjadi lebih panjang.
Justru tahap ini membantu mengurangi perubahan besar ketika project sudah masuk ke design atau development.
3. Sitemap dan Information Architecture
Estimasi: 2–5 hari kerja
Setelah kebutuhan mulai jelas, langkah berikutnya adalah menyusun struktur website.
Misalnya:
Home
About Us
Services
Projects
Insights
Career
Contact
Namun sitemap tidak seharusnya hanya mengikuti struktur website kompetitor.
Struktur perlu mempertimbangkan target pengguna, prioritas informasi, kebutuhan bisnis, jumlah konten, dan kemungkinan pengembangan website ke depan.
Pada website yang memiliki banyak informasi, tahap ini dapat berkembang menjadi proses Information Architecture yang lebih mendalam.
4. Wireframe dan User Experience
Estimasi: 1–2 minggu
Wireframe merupakan representasi awal struktur sebuah halaman sebelum visual design dibuat.
Pada tahap ini, fokus utama bukan warna atau visual.
Tim akan menentukan:
- hierarchy informasi,
- posisi konten,
- navigasi,
- user flow,
- Call to Action,
- serta bagaimana pengguna berpindah dari satu informasi ke informasi berikutnya.
Wireframe membantu stakeholder memahami struktur halaman sebelum masuk ke visual design.
Melakukan perubahan struktur pada tahap wireframe biasanya jauh lebih efisien dibandingkan melakukan perubahan besar ketika website sudah dikembangkan.
5. UI Design
Estimasi: 1–3 minggu
Setelah struktur disepakati, proses berlanjut ke visual design.
Pada tahap ini, brand identity perusahaan mulai diterapkan ke dalam interface website.
Proses dapat mencakup:
- typography,
- color,
- imagery,
- iconography,
- component,
- layout,
- responsive behavior,
- serta interaction.
Biasanya tim memulai dari beberapa halaman utama terlebih dahulu.
Setelah visual direction disepakati, design dapat dikembangkan ke halaman lainnya.
Jumlah halaman dan banyaknya revision cycle akan sangat memengaruhi durasi tahap ini.
6. Content Preparation
Dapat berjalan paralel selama 1–4 minggu atau lebih
Konten merupakan salah satu bagian yang sering dianggap sederhana, tetapi justru dapat menjadi faktor besar dalam timeline project.
Perusahaan perlu mempersiapkan berbagai materi seperti:
- company profile,
- deskripsi layanan,
- profil management,
- portfolio,
- case study,
- artikel,
- informasi kontak,
- foto,
- video,
- dokumen,
- hingga CTA.
Idealnya, persiapan konten tidak menunggu design selesai.
Konten dapat mulai disiapkan sejak project memasuki tahap discovery.
Dengan begitu, ketika website masuk ke development, sebagian besar material sudah tersedia.
7. Website Development
Estimasi: 2–6 minggu
Setelah design mendapatkan approval, website mulai dikembangkan.
Durasi development sangat bergantung pada kompleksitas website.
Website company profile sederhana tentu berbeda dengan website yang memiliki:
- custom CMS,
- multilingual content,
- member area,
- search,
- directory,
- API integration,
- payment,
- custom form,
- dashboard,
- atau fitur khusus lainnya.
Pada tahap ini, developer menerjemahkan design menjadi website yang dapat digunakan.
Tim design juga sebaiknya tetap terlibat untuk memastikan hasil implementasi sesuai dengan design yang telah disepakati.
8. Content Input dan Migration
Estimasi: beberapa hari hingga beberapa minggu
Setelah struktur website tersedia, konten mulai dimasukkan.
Untuk website baru dengan sedikit halaman, proses ini relatif sederhana.
Namun pada website revamp, content migration dapat menjadi pekerjaan yang cukup besar.
Website existing mungkin memiliki ratusan artikel, publikasi, dokumen, project, atau data lainnya.
Karena itu, jumlah konten perlu diketahui sejak awal agar dapat dimasukkan ke dalam estimasi timeline.
9. Quality Assurance dan Testing
Estimasi: 3–7 hari kerja
Sebelum diberikan kepada klien untuk review akhir, website perlu melalui Quality Assurance atau QA.
Beberapa hal yang diperiksa antara lain:
- responsive layout,
- browser compatibility,
- button dan link,
- form,
- navigasi,
- image,
- typography,
- loading,
- content,
- functionality,
- hingga berbagai kondisi error.
QA membantu mengurangi masalah sebelum website digunakan oleh pengguna sebenarnya.
10. User Acceptance Testing (UAT)
Estimasi: 3–7 hari kerja
Setelah internal QA, website biasanya diberikan kepada klien melalui staging environment.
Klien dapat melakukan User Acceptance Testing (UAT) untuk memastikan website sesuai dengan requirement yang telah disepakati.
Pada tahap ini stakeholder dapat memeriksa:
- konten,
- halaman,
- fitur,
- link,
- form,
- responsive behavior,
- serta kebutuhan bisnis lainnya.
Feedback kemudian dikumpulkan dan diperbaiki sebelum website dinyatakan siap launch.
11. Website Launch
Estimasi: 1–3 hari kerja
Setelah UAT selesai dan mendapatkan approval, website dapat memasuki proses deployment.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- domain,
- hosting/server,
- SSL,
- DNS,
- analytics,
- backup,
- sitemap,
- redirect,
- SEO settings,
- serta konfigurasi lainnya.
Untuk website revamp, deployment perlu dilakukan dengan lebih hati-hati agar perpindahan dari website lama ke website baru tidak mengganggu layanan yang sedang berjalan.
12. Post-Launch Monitoring
Launch bukan berarti project langsung selesai.
Setelah website online, sebaiknya dilakukan monitoring untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik pada environment production.
Tim dapat memeriksa analytics, form submission, broken link, performance, responsive behavior, serta masalah yang mungkin baru muncul setelah website digunakan secara nyata.
Setelah periode tersebut, perusahaan dapat melanjutkan dengan skema maintenance sesuai kebutuhan.
Apa yang Paling Sering Membuat Timeline Website Terlambat?
Menariknya, penyebab keterlambatan project website tidak selalu berasal dari proses development.
Beberapa faktor yang cukup sering memengaruhi timeline adalah:
- Konten belum tersedia.
- Feedback dari stakeholder membutuhkan waktu lama.
- Terlalu banyak pihak memberikan approval.
- Scope berubah ketika project sudah berjalan.
- Fitur baru ditambahkan di tengah development.
- Asset foto dan visual belum tersedia.
- Requirement belum jelas sejak awal.
- Feedback diberikan secara terpisah-pisah.
- Pergantian PIC selama project.
- Deadline tidak mempertimbangkan waktu review internal.
Karena itu, project management menjadi bagian yang sama pentingnya dengan design dan development.
💡 HIJR Insight
Dalam pengalaman HIJR menangani project website, timeline tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat designer atau developer bekerja.
Salah satu faktor terbesar justru berada pada proses komunikasi dan pengambilan keputusan.
Project dengan scope cukup besar dapat berjalan relatif lancar ketika memiliki satu PIC yang jelas, konten dipersiapkan sejak awal, stakeholder mengetahui kapan harus memberikan feedback, dan perubahan requirement dikelola dengan baik.
Sebaliknya, website yang terlihat sederhana dapat membutuhkan waktu lebih panjang ketika feedback datang dari banyak pihak secara terpisah atau konten baru mulai dipersiapkan ketika development hampir selesai.
Karena itu, HIJR melihat timeline website sebagai tanggung jawab bersama antara partner development dan tim klien, bukan hanya deadline yang diberikan kepada developer.
Menurut saya, HIJR Insight ini penting dipertahankan karena terdengar berdasarkan pengalaman project nyata, bukan teori SEO.
Bagaimana Membuat Project Website Lebih Efisien?
Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan perusahaan.
Tentukan satu PIC utama.
Satu orang menjadi penghubung utama antara stakeholder internal dengan partner website development.
Persiapkan konten sejak awal.
Jangan menunggu website selesai dikembangkan untuk mulai menulis konten.
Gabungkan feedback.
Hindari mengirimkan feedback sedikit demi sedikit dari stakeholder berbeda.
Tetapkan approval process.
Tentukan siapa yang memiliki kewenangan memberikan keputusan final.
Pisahkan kebutuhan utama dan pengembangan berikutnya.
Tidak semua fitur harus tersedia pada versi pertama.
Pendekatan tersebut dapat membantu project berjalan lebih terstruktur tanpa mengorbankan kualitas.
Checklist Sebelum Menentukan Timeline Website
Sebelum menentukan tanggal launch, perusahaan dapat memastikan beberapa hal berikut:
- ✅ Objective website sudah jelas
- ✅ Scope project sudah disepakati
- ✅ Sitemap tersedia
- ✅ PIC project sudah ditentukan
- ✅ Stakeholder dan approval process jelas
- ✅ Konten mulai dipersiapkan
- ✅ Asset foto dan visual tersedia
- ✅ Fitur utama sudah ditentukan
- ✅ Domain dan hosting sudah dipersiapkan
- ✅ Waktu untuk QA dan UAT sudah diperhitungkan
- ✅ Target launch memiliki buffer waktu
Jika sebagian besar belum tersedia, sebaiknya hindari menetapkan deadline yang terlalu agresif.
Mengapa Memilih HIJR sebagai Partner Website Development?
Pembuatan website perusahaan tidak hanya membutuhkan kemampuan design dan development.
Partner juga perlu memahami proses komunikasi, stakeholder, project management, dan kebutuhan bisnis di balik website.
Berbadan Hukum Resmi
HIJR beroperasi melalui PT Hidup Jangan Risau (HIJR) sehingga mendukung kebutuhan administrasi, kontrak, invoice, dan kerja sama profesional dengan perusahaan maupun organisasi.
Memiliki Studio Fisik di Bogor
HIJR memiliki studio operasional di Kota Bogor.
Kolaborasi dapat dilakukan secara offline, hybrid, maupun remote sesuai kebutuhan project.
Berpengalaman Sejak 2014
Lebih dari satu dekade pengalaman membuat HIJR terbiasa menghadapi berbagai karakter project, kebutuhan stakeholder, perubahan requirement, serta proses dari tahap awal hingga website diluncurkan.
Pengalaman dengan Klien Nasional dan Internasional
HIJR telah bekerja dengan perusahaan, NGO, organisasi, dan institusi dari Indonesia maupun luar negeri.
Pengalaman tersebut membantu kami beradaptasi dengan workflow dan kebutuhan komunikasi yang berbeda.
Design dan Development dalam Satu Tim
Proses dapat mencakup discovery, sitemap, wireframe, UI/UX design, website development, QA, UAT, deployment, hingga maintenance.
Kolaborasi design dan development membantu menjaga konsistensi antara kebutuhan awal dengan hasil implementasi.
FAQ
Berapa lama membuat website company profile?
Website company profile sederhana umumnya dapat membutuhkan sekitar 4–8 minggu, tetapi timeline sebenarnya bergantung pada jumlah halaman, design, konten, fitur, feedback, dan proses approval.
Apakah website bisa selesai dalam satu bulan?
Bisa untuk ruang lingkup tertentu, terutama jika kebutuhan sederhana, konten sudah siap, stakeholder terbatas, dan proses approval berjalan cepat.
Namun timeline sebaiknya ditentukan setelah scope project dipahami.
Mana yang lebih lama, design atau development?
Tidak ada jawaban yang sama untuk semua project.
Website dengan visual kompleks dapat membutuhkan proses design lebih panjang, sedangkan website dengan banyak fitur dan integrasi membutuhkan development lebih lama.
Apakah konten harus selesai sebelum project dimulai?
Tidak harus seluruhnya.
Namun struktur dan sebagian konten utama sebaiknya mulai tersedia sejak tahap awal agar design dapat dibuat berdasarkan informasi yang nyata.
Apakah perubahan selama project memengaruhi timeline?
Ya.
Perubahan kecil mungkin dapat diakomodasi, tetapi perubahan scope, halaman, atau fitur yang cukup besar dapat memengaruhi timeline dan biaya project.
Apakah setelah launch masih membutuhkan maintenance?
Idealnya ya.
Website perlu diperbarui, dipantau, di-backup, dan dikembangkan mengikuti kebutuhan perusahaan.
Timeline yang Baik Dimulai dari Perencanaan yang Baik
Tidak ada satu timeline yang berlaku untuk semua website perusahaan.
Website sederhana dapat diselesaikan dalam beberapa minggu, sedangkan corporate website dengan banyak konten, stakeholder, dan fitur dapat membutuhkan beberapa bulan.
Yang paling penting bukan membuat timeline sependek mungkin.
Yang lebih penting adalah membuat timeline yang realistis, memahami dependency setiap tahapan, dan memastikan perusahaan serta partner website memiliki ekspektasi yang sama.
Jika perusahaan atau organisasi Anda sedang merencanakan website baru, melakukan revamp, atau membutuhkan gambaran timeline project, HIJR dapat membantu melakukan initial discussion sebelum menentukan pendekatan yang sesuai.
–
Pelajari portfolio lengkap website kami.
WhatsApp & Email: https://wa.me/6281316678847 (Sukmayadi, sukmayadi@hijrstudio.com)

