Bagaimana Proses Website Audit?

Ketika kita mendengar kata audit, biasanya kita langsung mengarah kepada Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit), Audit Operasional (Management Audit), Audit Ketaatan (Compliance Audit), hingga Audit Kinerja. Dalam pengertian luas, audit adalah kegiatan evaluasi terhadap suatu organisasi, mulai dari sistem, proses, hingga produknya. Pengertian Audit Menurut Para Ahli sebagai berikut:

Menurut Sukrisno Agoes, audit merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak independen secara kritis dan sistematis terhadap laporan keuangan, catatan keuangan, serta bukti pendukungnya yang disusun oleh anggota manajemen perusahaan dalam rangka memberikan pendapat atas kelayakan suatu laporan keuangan.

Kegiatan audit menurut Arens dan Loebbecke merupakan suatu proses pengumpulan sekaligus evaluasi terhadap bukti informasi terukur pada suatu entitas ekonomi secara kompeten dan independen dalam menentukan dan melaporkan bahwa informasi yang tersedia telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Dari sekian pendapat sebagian besar mengacu pada bidang ekonomi laporan keuangan, karena laporan keuangan menjadi bagian krusial maju, mundur, tidak berkembang serta berkembangnya perusahaan.

Apakah dari kita sudah pernah mendengar istilah Website Audit? sebuah proses dimana website suatu entitas atau perusahaan ditinjau dari berbagai aspek oleh ahli profesional auditor seperti web strategist, web designer (perancang website), dan web developer (pengembang website).

 

Proses audit website umumnya terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

  1. Persiapan
    Auditor akan mengumpulkan informasi tentang website yang akan diaudit, seperti tujuan website, target audiens, dan konten yang tersedia. Informasi ini akan digunakan untuk menentukan fokus dan cakupan audit.
  2. Analisis
    Auditor akan melakukan analisis menyeluruh terhadap website, meliputi aspek teknis, user experience, dan SEO. Aspek teknis meliputi hal-hal seperti keamanan, kecepatan, dan struktur website. Aspek user experience meliputi hal-hal seperti kemudahan penggunaan, desain, dan navigasi. Aspek SEO meliputi hal-hal seperti optimasi konten, struktur link, dan penggunaan keyword.
  3. Identifikasi Masalah
    Auditor akan mengidentifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada website. Masalah-masalah ini dapat berupa masalah teknis, masalah user experience, atau masalah SEO.
  4. Rekomendasi
    Auditor akan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki masalah-masalah yang ditemukan. Rekomendasi ini dapat berupa perbaikan teknis, perubahan desain, atau optimasi konten.
  5. Implementasi
    Pada tahap ini, rekomendasi dari auditor akan diimplementasikan oleh pemilik website. Implementasi ini dapat dilakukan sendiri oleh pemilik website atau dengan bantuan pihak ketiga.

Proses audit website dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat bantu. Alat bantu audit website dapat membantu auditor untuk menghemat waktu dan tenaga dalam melakukan analisis.

Berikut adalah beberapa contoh masalah yang dapat ditemukan pada website dalam proses audit:

  • Masalah teknis:
    – Broken link
    – Security
    – Slow loading speed
    – Poor website structure
  • Masalah user experience:
    – Difficult to use
    – Poor design
    – Poor navigation
  • Masalah SEO:
    – Low-quality content
    – Poor link structure
    – Ineffective use of keywords

Audit website adalah proses yang penting untuk dilakukan secara rutin. Audit website dapat membantu pemilik website untuk memastikan bahwa website mereka berfungsi dengan baik dan memenuhi tujuannya.

 

Konsultasikan rencana website audit bisnis anda kepada kami secara gratis, melalui kanal email atau website kami. Akses portfolio Website kami di sini.